Bibliografi hlm 296; Ilus. Berawal dari padang rumput di Asia Tengah, bangkitlah para kesatria Islam Turki Utsmani yang menyandang gelar Ghazi. Mereka menginspirasi umat Islam dan meningkatkan kembali pada janji Rasulullah untuk menaklukkan Konstantinopel. Kisah ini tentang jatuh dan bangkitnya Sultan Muhammad Al-Fatih, juga kegigihannya dalam berjuang mewujudkan janji Rasulullah, Penaklukkan K…
Bibliografi hlm 314; Ilus. Berawal dari padang rumput di Asia Tengah, bangkitlah para kesatria Islam Tirki Utsmani yang menyandang gelar Ghazi. Mereka menginspirasi umat Islam dan mengingatkan kembali pada janji Rasulullah untuk menaklukkan Konstantinopel. Sepak terjang mereka menggentarkan musuh-musuh Islam. Dari garis keturunan merekalah akan lahir seorang penakluk besar, Muhammad Al-Fatih.
Bibliografi hlm 239-240; Ilus. Pasukan muslim yang dipimpin Asaduddin Syirkuh berhasil masuk ke gerbang Kerajaan Fathimiyyah. Ibnu Ash-Shawar lah yang membukakan pintu gerbang itu. Ternyata, di balik perbuatannya, Ibnu Ash-Shawar memiliki rencana tersembunyi dengan mengizinkan pasukan muslim masuk ke wilayahnya.
Bibliografi hlm 188-189; Ilus. Waktu terus berlalu. Sultan Nuruddin Zanki melepas pasukan perang yang dipimpin oleh Shalahuddin Al-Ayyubi menuju Mesir. Mereka dikirim untuk membebaskan kaum muslim dari kesewanang-wenangan Dinasti Fathimiyyah yang berkuasa di Mesir saat itu. Sang Sultan agak khawatir, sebab ia paham benar jika musuh yang dihadapi kali ini berbeda. Kelompok Assassin yang melindun…
Bibliografi hlm 170-171; Ilus. Dalam pertempuran mempertahankan benteng Damaskus dari serbuan pasukan Salib, ayah Shalahuddin, Najmuddin Ayyub, terluka parah dan wafat. Inilah akhir kebersamaan Shalahuddin dengan ayahnya tercinta. Shalahuddin tak pernah melupakan wasiat terakhir dari ayahanda.
Bibliografi hlm 200-201; Ilus. Shalahuddin terus menimba ilmu agama dan ilmu keterampilan berpedang dan berkuda. Dengan tekun, Shalahuddin berguru pada Nuruddin Zanki dan pamannya, Asaduddin Syirkuh.
Bibliografi hlm 202-203; Ilus. Di Mosul, Shalahuddin tumbuh di lingkungan para mujahid Islam dan penghafal Al-Qur'an. Ia dibesarkan di dalam ilmu dan adab islam yang murni dan tinggi. Nuruddin Zanki mengajarkan ilmu bela diri dan keahlian berpedang, Syaikh Zahir Bakr mengajarkan ilmu agama. Inilah benih yang tertanam pada diri Shalahuddin, hingga mengantarkan dirinya menjadi Sang Pembebas Al-Aq…
Bibliografi hlm 188-189; Ilus. Di balik gagahnya seorang kesatria, pasti ada sosok guru yang mendidik dan melatihnya dengan sabar dan gigih. Seperti itulah kiranya Shalahuddin Al-Ayyubi dan Nuruddin Zanki/ Kisah Shalahuddin Al-Ayyubi tidak akan lengkap tanpa kisah gurunya, Nuruddin Zanki.
Bibliografi : halaman 245-254