Bibliografi hlm 155; Ilus. "Bendera perang dibawa oleh Zaid, lalu ia berperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh Ja'far, dan ia berperang hingga syahid. Setelah itu, bendera perang dibawa oleh pedang di antara pedang-pedangnya Allah (saifullah-yakni Khalid bin Walid) hingga Allah memenangkan kaum muslimin"
Bibliografi hlm 161-163; Ilus. Imaduddin Zanki adalah anak dari Aq Sunrur Al-Hajib, gubernur Aleppo, Syam, yang sangat bijaksana dan selalu menjaga shalatnya. Ia adalah peletak pondasi semangat pembebasan Al-Aqsha. Imaduddin Zanki besar tanpa kehadiran penuh ayahnya. Sang Ayah wafat terbunuh dalam carut-marut dan kotornya kepemimpinan kaum Muslimin yang lemah pada saat itu. Ia bahkan tumbuh dal…
Bibliografi hlm 296; Ilus. Berawal dari padang rumput di Asia Tengah, bangkitlah para kesatria Islam Turki Utsmani yang menyandang gelar Ghazi. Mereka menginspirasi umat Islam dan meningkatkan kembali pada janji Rasulullah untuk menaklukkan Konstantinopel. Kisah ini tentang jatuh dan bangkitnya Sultan Muhammad Al-Fatih, juga kegigihannya dalam berjuang mewujudkan janji Rasulullah, Penaklukkan K…
Bibliografi hlm 314; Ilus. Berawal dari padang rumput di Asia Tengah, bangkitlah para kesatria Islam Tirki Utsmani yang menyandang gelar Ghazi. Mereka menginspirasi umat Islam dan mengingatkan kembali pada janji Rasulullah untuk menaklukkan Konstantinopel. Sepak terjang mereka menggentarkan musuh-musuh Islam. Dari garis keturunan merekalah akan lahir seorang penakluk besar, Muhammad Al-Fatih.
Bibliografi hlm 202-203; Ilus. Di Mosul, Shalahuddin tumbuh di lingkungan para mujahid Islam dan penghafal Al-Qur'an. Ia dibesarkan di dalam ilmu dan adab islam yang murni dan tinggi. Nuruddin Zanki mengajarkan ilmu bela diri dan keahlian berpedang, Syaikh Zahir Bakr mengajarkan ilmu agama. Inilah benih yang tertanam pada diri Shalahuddin, hingga mengantarkan dirinya menjadi Sang Pembebas Al-Aq…
Kepemimpinan politik sering diperbincangkan. Di era demokrasi, khalayak dengan aneka latar belakang terlibat di dunia, kalau bukan belantara politik, kendatipun mereka seringkali tanpa perlu memahami sejatinya politik. Buku ini mengajak pembaca mendiskusikan hal-ikhwal kepemimpinan politik: mengapa politik perlu? Mengapa jiwa dan aktualisasi kepemimpinan harus mengemuka? Mengapa perlu surplus N…